Halaman

Wednesday, April 26, 2017

JUARA III LOMBA KISAH INSPIRASI NASIONAL EXIST FAIR 2017



KISAH NYATA DOSEN “KOMUNITAS PEDULI ANAK PUTUS SEKOLAH

Karya : Dandy Muhamad Fadilah ( Universitas Esa Unggul)
Juara III Lomba Kisah Inspirasi Exist Fair 2017
Pendidikan merupakan keharusan mutlak pada manusia yang sudah sepatutnya ada pada manusia. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dalam Suwarno yaitu : Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk mewujudkan perkembangan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek), dan jasmani anak, menuju kearah menuju kedewasaan dalam arti kesempurnaan hidup yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak  yang selaras dengan alamnya dan masyarakat. dari paparan tersebut sudah jelas pentingnya suatu bangsa dalam memperhatikan kualitas pendidikan dan juga meratanya pendidikan di Indonesia.
Faktor yang paling penting dalam membangun sebuah peradaban suatu negara adalah Pendidikan. Masa depan sebuah bangsa terletak di generasi-generasi muda yang akan mengangkat derajat sebuah bangsa. Di Indonesia sendiri masih banyak anak-anak yang lebih memilih bekerja karena ketidakmampuan mereka untuk membayar biaya sekolah ataupun membeli peralatan untuk sekolah. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat remaja bahkan anak-anak kecil yang pada saat jam belajar mereka asik bernyanyi di jalan mengumpulkan uang untuk kehidupan mereka sehari-hari. Sebagai mahasiswa, kita sangat beruntung bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa pernah merasakan putus sekolah.
Ide ini berawal dari ketertarikan saya mendengar cerita nyata dosen Planologi saya ketika beliau sedang mengajar di kelas. Ketika di kelas, Beliau sering sekali memberikan kisah nyata beliau yang bertujuan untuk memotivasi mahasiswanya agar kita selalu bersemangat dan mengingat tujuan awal kita untuk memulai perkuliahan. Beliau tidak seperti dosen lainnya, dengan sikap yang sedikit lucu, kekinian, acuh tak acuh namun sangat pengertian. Terdapat hal yang menarik dari beliau, Beliau tidak menginginkan mahasiswanya untuk berjabat tangan dengannya. Beliau berkata “Menjabat tangan hanya memunculkan kesenjangan”, untuk itu ketika mahasiswanya ingin berjabatan tangan, beliau selalu mengepalkan tangannya sehingga kita sama-sama berjabat tangan dengan saling meninju.
Di sela-sela mengajar beliau selalu menyisipkan kisah menarik yang berasal dari kisah nyata beliau. Salah satunya adalah ketika beliau menjadi atasan di salah satu perusahaan swasta, Beliau mempunyai seorang karyawan (officeboy) yang masih muda. Beliau merasa tertarik untuk mengetahui asal-usul anak tersebut, dan akhirnya beliau secara langsung menanyakan kepada karyawan tersebut tentang kondisi kehidupannya dan darimana ia berasal. Officeboy ini berasal dari tanah Jawa dan ia hanya lulusan SMA sedangkan orang tuanya sangat miskin dan buta huruf. Orang tuanya hanya seorang petani di desanya. Untuk itu dia memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jakarta.
Lalu setelah pembicaraan selesai di sela-sela pekerjaannya officeboy ini selalu menyempatkan bertanya ke beliau kiat-kiat untuk bisa menjadi sukses. Akhirnya karena merasa terganggu, beliau memukul officeboy ini dan beliau menyuruh dia untuk melanjutkan kembali pekerjaannya. Beberapa hari kemudian, officeboy ini tanpa takut dan ragu mendatangi beliau kembali dan bertanya kepada beliau “Bagaimana bapak bisa berada di posisi bapak seperti sekarang?”. Dengan sikap acuh beliau menjawab “Saya kuliah dan mendapat beasiswa”. Akhirnya karena beliau merasa terusik. Beliau menceritakan kisah beliau saat duduk di perkuliahan di sebuah universitas negeri di Bandung. Saat di perkuliahan beliau sangat rajin menulis dan juga rajin membaca buku di perpustakaan, beliau juga dikenal dosen sebagai anak yang pandai yang selalu bertanya. Di setiap mata kuliah beliau selalu bertanya banyak hal. Walau begitu beliau dulu bukan seseorang yang kaya, orangtuanya juga buta huruf seperti orangtua officeboy ini. Bahkan beliau sering sekali makan di acara pernikahan ataupun sunatan, walau dia tidak mengetahui dan kenal dengan pemilik acara itu. Dan akhirnya beliau mendapat beasiswa dari kampus dan lulus dengan predikat terbaik walaupun beliau sedih karena beliau di wisuda tanpa ada orang tua yang mendampinginya sewaktu upacara wisuda. Namun hal tersebut membuat beliau untuk selalu terpacu dan bekerja keras. Berkat kegigihannya, beliau akhirnya sukses sampai saat ini.
Akhirnya dia termotivasi dengan cerita dosen saya. Dia juga menginginkan untuk bisa melanjutkan pendidikannya seperti beliau. Suatu hari dia mendatangi ruangan beliau kembali, “Bolehkah saya melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan?”. Dengan sikap acuh beliau menjawab “Silahkan itu adalah urusan kamu”. “Lalu bagaimana dengan biaya semester dan pekerjaan saya disini?”, beliau menjawab dengan acuh kembali “Terserah kamu, kamu berhak untuk menentukannya sendiri”, Dengan memohon officeboy ini mengatakan kepada beliau “Maukah anda menjadi wali saya?” karena orang tua dia berada di Jawa dan tidak mungkin orangtuanya untuk membiayai kuliahnya. Tanpa berfikir panjang terlebih dahulu beliau hanya mengatakan “Iya”, Sambil menangis dia bersujud di depan kaki beliau lalu beliau menendang dia dan berkata “Sujudlah hanya kepada tuhanmu” dia berjalan keluar dari ruangan kantor beliau. Seketika beliau baru menyadari perkatannya beliau tadi.  beliau berfikir, dengan perkataan tadi beliau berarti menyetujui untuk mengurus anak itu dan membiayai kuliahnya beserta keperluannya selama perkuliahan. Beliau kaget namun beliau hanya tersenyum dan tidak menyesali perkataannya.
Setiap hari setelah bekerja officeboy ini selalu belajar untuk menghadapi tes masuk perguruan tinggi negeri yang disarankan dosen saya. Karena beliau akan membiayai perkuliahannya ketika officeboy ini lulus dari tes masuk perguruan tinggi ternama. Dengan semangat belajar yang tinggi pada akhirnya officeboy ini dinyatakan lulus dari tes ujian masuk. Setiap hari setelah pulang kuliah dia akan membantu membersihkan kantor dan menyelesaikan pekerjaan di kantor dengan baik, setelah menyelesaikan pekerjaannya dia bergegas untuk belajar atau membuat tugas kuliahnya lalu beristirahat. Dia sangat bertanggung jawab dengan amanah yang dia dapatkan untuk melanjutkan perkuliahan sekaligus membantu dosen saya untuk membersihkan kantornya. Sampai akhirnya seorang officeboy ini dinobatkan lulus dengan predikat terbaik dari universitas ternama di Jakarta. Setelah lulus beliau mendatangi dosen saya kembali dan bertanya “Bolehkah saya bekerja di perusahaan lain?” dosen saya hanya mengatakan “Terserah kamu, kamu sudah lulus kuliah sekarang, kamu bisa bekerja di perusahaan manapun”, Lalu beberapa hari kemudian dosen saya mendapatkan kabar bahwa seorang officeboy ini sekarang bekerja di bank ternama di Singapura dan bahkan menjadi pimpinannya. Setiap ada waktu dia akan menghubungi dosen saya untuk menanyakan kabar beliau. 3 hal yang selalu dosen saya katakan kepada officeboy ini “Jangan dustakan tuhanmu, sayangilah orangtuamu, dan bekerja keraslah” itulah perkataan dosen saya kepada dia sehingga dia selalu termotivasi setiap harinya.
Setelah kejadian itu, Dosen saya merasa sangat senang membantu anak-anak yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Beliau juga pernah membantu seorang anak yang setiap hari setelah pulang sekolah ia membantu orang tuanya berjualan di pinggir jalan, dan dengan kebaikan hati beliau, beliau membantu anak itu untuk melanjutkan kuliahnya. Syaratnya adalah anak tersebut dapat dinyatakan lolos seleksi beasiswa ternama di Bandung. Dan akhirnya anak tersebut lolos seleksi dan beliau mengurus semua beasiswa dan juga biaya kehidupan sehari-hari anak tersebut. Beliau sangat mahir dalam bermusik, Beliau dan teman-temannya setiap memiliki waktu luang selalu membuat acara untuk mengumpulkan dana untuk memberikan sumbangan bagi anak-anak yang kurang beruntung karena tidak bisa melanjutkan pendidikan mereka atau bahkan putus sekolah. Dari kisah nyata beliau saya sangat kagum atas kebesaran hati beliau yang masih memikirkan anak-anak yang kurang beruntung saya juga kagum atas kerja keras dan semangat belajar dari kedua anak tersebut. Saya mengingat perkataan Dedy Corbuzier dalam sebuah acara talkshow di televisi. Beliau berkata: “Anak-anak yang putus sekolah dan tidak beruntung karena tidak bisa melanjutkan kuliah bukan berarti mereka tidak pintar, mereka hanya tidak beruntung. Bisa saja anak-anak tersebut merupakan anak-anak cerdas penerus bangsa yang dapat menemukan obat untuk penyakit AIDS dan penyakit berat lainnya”.
Di sisi lain pelaksanaan pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa permasalahan yang cukup besar. Yaitu mahalnya biaya sekolah yang mengakibatkan angka putus sekolah semakin tinggi dan juga kebutuhan sehari-hari yang semakin banyak menyebabkan mereka memutuskan untuk bekerja daripada bersekolah. Ketidakmampuan ini akan berdampak pada pilihan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak menamatkan jenjang pendidikan yang sedang dijalani (putus sekolah).
. Putus sekolah adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar yaitu pembelajaran yang dilakukan disekolah formal. Istilah putus sekolah dimaksudkan untuk semua anak yang  tidak menyelesaikan pendidikan 6 tahun sekolah dasar dan mereka yang tidak memiliki ijazah SD. Alhasil mereka menjadi anak terlantar yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Menurut Undang – Undang nomor 23 tahun 2002 bahwa anak terlantar yakni anak yang kebutuhannya tidak terpenuhi secara wajar, baik kebutuhan fisik, mental, spiritual maupun sosial. Kebutuhan fisik meliputi pakaian, tempat tinggal, makan. Kebutuhan mental meliputi dorongan motivasi dari orang tua, teman, saudara. Sedangkan spiritual dapat melakukan ibadah sesuai dengan agama yang dipeluk.
 Karena hal ini saya memiliki gagasan untuk bercita-cita membuat sebuah Komunitas Peduli Anak Putus Sekolah. Komunitas ini merupakan komunitas yang mempunyai anggota dari gabungan beberapa mahasiswa di universitas dalam satu wilayah yang memiliki tujuan untuk membantu anak-anak yang putus sekolah karena biaya. Dana tersebut didapatkan dari hasil penggalangan dan maupun penjualan karya-karya dari mahasiswa untuk dijual ke masyarakat sekaligus kita juga dapat belajar untuk menjadi seorang pengusaha. Berikut ini merupakan hal yang dapat dilakukan para mahasiswa dalam komunitas ini:
1)      Mahasiswa dapat saling bahu-membahu membuat sebuah rumah belajar dimana para ahli pengajar merupakan mahasiswa itu sendiri. Rumah belajar ini tersebar ke berbagai wilayah dan dapat dibentuk dari beberapa gabungan mahasiswa dari berbagai universitas. Para mahasiswa lain yang tidak dapat membantu menjadi ahli pengajar dapat pula menyumbangkan buku-buku pelajaran bekas atau juga dapat menyumbangkan alat tulis untuk keperluan anak-anak ini..
2)      Untuk membangun rumah belajar, para mahasiswa dapat mengumpulkan dana dari membuat karya-karya mereka dalam bentuk apa saja yang dapat dijual ke masyarakat, selain itu para mahasiswa dapat membuat acara penggalangan dana yang berupa konser musik ataupun menampilkan kreatifitas para mahasiswa agar menarik minat masyarakat menyumbangkan dana untuk rumah belajar tersebut.
3)      Untuk membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa, kita juga bisa membuat sebuah wirausaha bersama yang nantinya sebagian dari hasil yang diperoleh bisa disumbangkan ke rumah belajar tersebut (Social Entrepreneur).
4)      Yang terakhir kita bisa bekerja sama dengan dinas sosial atau komunitas-komunitas sosial setempat baik pemerintahan ataupun organisasi sosial untuk membantu program kita mengurangi angka anak-anak yang putus sekolah, dengan membuat proposal permintaan dana dll.
Banyak hal yang dapat kita manfaatkan untuk membantu sesama, Kita sebagai mahasiswa yang beruntung untuk mengeyam pendidikan tinggi sudah seharusnya untuk terjun kelapangan membantu teman disekitar kita. Dengan hal ini kita juga membantu peran pemerintah dalam membarantas tingginya angka putus sekolah di Indonesia. Selain itu kita juga dapat belajar menjadi seorang wirausaha yang menciptakan banyak lapangan pekerjaan serta kita juga dapat membantu orang di sekitar kita. “Menuntut ilmu wajib bagi setiap kaum muslimin dan muslimat” hadist ini selalu menjadi pegangan kuat saya untuk selalu semangat dalam mencari ilmu dan selalu menjadi acuan saya untuk terus belajar dari kegagalan.

Narasi dari Penulis:
           
Perkenalkan saya Dandy Muhamad Fadilah, saya mahasiswa Planologi Universitas Esa Unggul. Kisah yang saya ambil merupakan kisah nyata salah satu dosen planologi saya, beliau sangat dikagumi oleh saya dan teman-teman saya. Saya berharap dengan adanya tulisan saya ini saya bisa menggerakkan hati semuanya untuk turut andil membantu teman-teman kita yang kurang beruntung untuk bisa melanjutkan pendidikannya. Saya merupakan anak dari keluarga sederhana, sebelum kuliah saya bekerja di perusahaan swasta untuk membiayai kuliah saya. Saya harap semua yang telah mendapatkan kenyamanan untuk berkuliah agar semangat dalam mencari ilmu karena pendidikan merupakan jembatan besar untuk menaikkan derajat kita di mata allah s.w.t.

Download versi pdf di Disini

0 comments:

Post a Comment